Banten

Skenario Kubu Jokowi dan Prabowo Menjelang 2029, Arah Politik Mulai Terlihat?

Abdurahman | 19 September 2026, 17:18 WIB
Skenario Kubu Jokowi dan Prabowo Menjelang 2029, Arah Politik Mulai Terlihat?
Ilustrasi Skenario Kubu Jokowi dan Prabowo Menjelang 2029(Akurat Banten/Abdurahman)

AKURAT BANTEN — Pemilu 2029 memang masih berada beberapa tahun di depan.

Namun, peta politik Indonesia mulai menarik perhatian setelah muncul pembahasan mengenai kemungkinan perubahan konfigurasi kekuatan antara kubu Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo.

Tema tersebut menjadi sorotan dalam tayangan Bocor Alus Politik berjudul “Skenario Kubu Jokowi dan Prabowo Menjelang 2029”.

Video itu mengangkat dinamika politik kedua kubu sekaligus berbagai kemungkinan yang dapat berkembang menuju kontestasi politik nasional berikutnya.

Pembahasan mengenai 2029 menjadi menarik karena hubungan politik Jokowi dan Prabowo sebelumnya berada dalam satu konfigurasi pemerintahan melalui pasangan Prabowo-Gibran.

Namun, menjelang pertarungan politik berikutnya, kepentingan masing-masing aktor politik dapat berkembang dan tidak selalu berada pada garis yang sama.

Baca Juga: Chelsea Hancur Lebur! Xabi Alonso Akui Ada Masalah Besar Usai Dibungkam Brentford

Jokowi dan Prabowo, dari Koalisi ke Babak Baru?

Prabowo dan Jokowi memiliki sejarah politik yang cukup panjang.

Pada Pilpres 2024, Prabowo-Gibran memenangkan pemilihan presiden dan kemudian memimpin pemerintahan periode 2024-2029. Konfigurasi tersebut mempertemukan Prabowo dengan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Tetapi politik tidak berhenti setelah pemilu selesai.

Justru menjelang kontestasi berikutnya, partai politik dan tokoh-tokoh politik mulai menghitung kembali kepentingan, kekuatan, serta kemungkinan koalisi.

Sejumlah laporan mengenai manuver menuju 2029 menyebut adanya perhatian terhadap masa depan Gibran dan kemungkinan konfigurasi baru pada Pilpres mendatang. Salah satu laporan yang mengulas wawancara Jokowi dengan Tempo menyebut bahwa isu rencana politik jangka panjang dan hubungan Jokowi-Prabowo menjadi bagian dari pembahasan tersebut.

Politik 2029 mulai dibicarakan jauh sebelum masa kampanye tiba. Yang menarik bukan hanya siapa yang maju, tetapi bagaimana kekuatan politik hari ini membentuk peta pertarungan berikutnya.

Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum

Posisi Gibran Jadi Salah Satu Titik Perhatian

Nama Gibran menjadi salah satu faktor penting dalam pembicaraan mengenai konfigurasi politik 2029.

Saat ini Gibran berada dalam pemerintahan sebagai Wakil Presiden mendampingi Prabowo. Namun, apakah konfigurasi tersebut otomatis berlanjut pada Pemilu 2029 merupakan persoalan yang belum dapat dipastikan.

Berbagai skenario politik masih terbuka.

Jika pasangan politik yang sama berlanjut, peta kekuatan akan berbeda dibandingkan jika terjadi perubahan pasangan atau muncul poros politik baru.

Karena itu, posisi Gibran menjadi bagian penting dalam membaca hubungan antara kelompok politik yang berafiliasi dengan Jokowi dan pemerintahan Prabowo.

Baca Juga: Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya

Jokowi Juga Mulai Menyiapkan Langkah Politik Keluarga

Selain Gibran, nama Kaesang Pangarep juga masuk dalam pembahasan politik menuju 2029.

Dalam laporan mengenai wawancara Jokowi dengan Tempo, disebutkan bahwa Kaesang dipersiapkan untuk maju sebagai calon anggota DPR RI dari Jawa Tengah V pada Pemilu 2029. Jokowi disebut menyatakan bahwa keputusan tersebut telah mempertimbangkan sejumlah risiko politik.

Langkah tersebut membuat pembicaraan mengenai masa depan politik keluarga Jokowi semakin menarik perhatian.

Artinya, dinamika menuju 2029 tidak hanya berkaitan dengan kursi kepresidenan, tetapi juga bagaimana kekuatan politik masing-masing kelompok mempertahankan pengaruh melalui jalur legislatif maupun eksekutif.

Baca Juga: Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan

Bagaimana dengan Prabowo?

Di sisi lain, Prabowo memiliki kepentingan politiknya sendiri.

Sebagai presiden periode 2024-2029, Prabowo akan menjadi salah satu pusat perhatian ketika pembicaraan mengenai Pilpres 2029 semakin menguat.

Namun, apakah Prabowo akan maju kembali dan siapa yang akan menjadi pasangan politiknya pada 2029 merupakan sesuatu yang masih harus dilihat berdasarkan perkembangan politik dan keputusan resmi pada waktunya.

Dengan demikian, berbagai pembahasan mengenai kemungkinan pasangan, koalisi, ataupun perubahan konfigurasi saat ini sebaiknya dipahami sebagai skenario dan analisis, bukan keputusan final.

Baca Juga: Kaus Roy Suryo Saat Praperadilan Jadi Sorotan, Ada Tulisan “Tobatlah” hingga Tampil Pakai Toga

Mengapa 2029 Sudah Mulai Dibicarakan?

Ada alasan mengapa pertarungan 2029 mulai menjadi topik pembicaraan meski pemilu masih jauh.

Pemilu presiden membutuhkan dukungan partai politik, jaringan politik, logistik, popularitas tokoh, serta kemampuan membangun koalisi.

Perubahan hubungan antaraktor politik juga dapat memengaruhi konfigurasi partai.

Selain itu, keputusan politik yang dibuat pada 2026-2027 dapat membentuk posisi para tokoh menjelang tahapan resmi Pemilu 2029.

Karena itu, setiap langkah politik hari ini dapat menjadi bagian dari proses konsolidasi jangka panjang—meskipun belum tentu berujung pada konfigurasi yang sama ketika pemilu benar-benar berlangsung.

Baca Juga: Utang Pemerintah Tembus Rp506 Triliun hingga Agustus 2026, Kemenkeu Ungkap Sumbernya

Kubu Jokowi dan Prabowo Belum Tentu Berhadapan

Satu hal penting yang perlu digarisbawahi adalah bahwa pembahasan mengenai potensi perbedaan kepentingan Jokowi dan Prabowo tidak otomatis berarti keduanya akan menjadi lawan politik pada 2029.

Politik Indonesia sangat dinamis.

Koalisi dapat berubah, partai dapat membentuk poros baru, dan tokoh yang hari ini berada dalam satu pemerintahan dapat mengambil posisi berbeda ketika kepentingan politik berubah.

Sebaliknya, aktor yang sempat dianggap berbeda kepentingan juga dapat kembali membangun kerja sama.

Karena itu, skenario politik 2029 masih sangat terbuka.

Baca Juga: Purbaya Mendadak Dicopot, Istana Akhirnya Buka Suara soal Isu 'Obrak-abrik' Kemenkeu

Babak Panjang Menuju 2029

Yang jelas, pembicaraan mengenai 2029 menunjukkan bahwa pertarungan politik Indonesia mulai memasuki fase konsolidasi jauh sebelum tahapan pemilu dimulai.

Jokowi masih memiliki pengaruh politik melalui jaringan dan keluarga politiknya. Prabowo berada di pusat pemerintahan dan memiliki koalisi pendukung. Sementara partai-partai politik lainnya tentu memiliki perhitungan masing-masing.

Pertanyaan besarnya bukan sekadar siapa yang akan maju pada 2029.

Lebih jauh, publik akan melihat bagaimana hubungan antarkekuatan politik tersebut berkembang dalam tiga tahun ke depan.

Apakah konfigurasi Prabowo-Gibran berlanjut?

Apakah muncul pasangan baru?

Apakah kelompok Jokowi dan Prabowo tetap berada dalam satu garis politik?

Atau justru lahir poros politik baru yang mengubah peta persaingan?

Semua pertanyaan itu masih terbuka.

Yang pasti, 2029 sudah mulai menjadi arena perhitungan politik, meski pertandingan resminya belum dimulai.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman